
Kegiatan yang berlangsung tanpa pemberitahuan sebelumnya ini dilakukan sebagai langkah preventif sekaligus bentuk pengawasan internal. Sejumlah pejabat dan staf dari berbagai dinas tampak mengikuti proses pemeriksaan dengan tertib di bawah pengawasan tim medis dan petugas terkait.
Sekretaris Daerah, Medison menyampaikan, sebagai bentuk tanggung jawab moral, Kita juga ikut melakukan tes untuk menjadi contoh, Dan hasil nya kami Negatif. ” ujar Medison.
Tes urine ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menciptakan lingkungan kerja yang bersih dari narkoba. Ia juga menyebutkan bahwa kegiatan serupa akan dilakukan secara berkala dan acak.
” Kami ingin memastikan seluruh ASN di Kabupaten Solok bebas dari penyalahgunaan narkotika. Ini bukan hanya soal disiplin, tetapi juga menyangkut integritas dan pelayanan publik,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya menegaskan bahwa tidak akan ada toleransi bagi pegawai yang terbukti terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Sanksi tegas, mulai dari pembinaan hingga tindakan administratif sesuai aturan yang berlaku, akan diberlakukan.
Tes urine ini turut mendapat apresiasi dari masyarakat yang menilai langkah tersebut sebagai upaya nyata dalam menjaga kredibilitas aparatur pemerintahan. Banyak yang berharap kegiatan ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam memberantas narkoba di lingkungan kerja.
Dengan adanya tes urine mendadak ini, Pemkab Solok berharap dapat memperkuat budaya kerja yang sehat, profesional, dan bebas dari pengaruh.(zon)









