
Penulis : M Nureddy
Dumai (Wasiat24.com) – Secara etimologi bahasa Study Banding memiliki arti yang cukup signifikan dan baik di jadikan pelajaran serta contoh untuk melakukan analisa dan kajian mendalam untuk merubah suatu keadaan menjadi yang lebih baik atau mendekati kesempurnaan.
Study Banding yang dilakukan oleh keluarga besar organisasi profesi PWI Kota Dumai dan IKWI ke Sumatera Barat ( Sumbar) memiliki arti dan makna yang mendalam buat para anggota organisasi PWI dan IKWI Kota Dumai, Riau karena kegiatan Study Banding ke Sumbar yang dikemas bersama agenda silahturahmi sesama anggota dan keluarga besar PWI dan IKWI kota Dumai.
Acara ini demi mewujudkan kekompakan yang berkesinambungan dan langgeng.
Kegiatan study banding ke Provinsi Sumbar memiliki kesan yang mendalam bagi sejumlah anggota serta dapat menikmati panorama alam yang indah, asik dan mengagumkan bagi rombongan anggota PWI dan IKWI kota Dumai.
Bagaimana tidak, kegiatan yang dikemas rapi ini sangat membuat semua peserta yang ikut serasa terkesan mendalam. Kamis ( 28/8 ) pagi pukul 06.30 -7.30 rombongan yang ikut sepakat titik kumpul di halaman Dumai Islamic Center. Kelurahan Teluk Binjay Kecamatan Dumai Timur, kota Dumai, Riau.
” Kepada semua anggota dan pengurus PWI dan IKWI di harapkan berkumpul di Halaman DIC untuk pemberangkatan esok di Hari, karena bus yang membawa kita akan ‘stand by di sana,” ujar ketua PWI kota Dumai Bambang Prayetno yang di amin kan semua anggota yang ikut tehnical meeting atau rapat akhir sebelum pemberangkatan, Rabu (27/8) kemarin sore.
Hari pertama kegiatan, diawali kunjungan ke obyek wisata yang tidak asing bagi masyarakat pulang ke Sumbar. Adalah kelok 9 yang menjadi salah satu ‘ Icon’ provinsi Sumbar dengan di dukung panorama alam yang indah dengan jalan berkelok serta di apit perbukitan yang menambah cantik juga indahnya alam provinsi Sumbar.
Sekedar menikmati panorama dan pemandangan di lokasi kelok 9, rombongan berhenti sejenak melakukan foto bersama dengan latar belakang jalan kelok 9. Tidak berapa lama rombongan PWI dan IKWI tiba di obyek wisata di wilayah Kabupaten Payakumbuh, Lembah Harau.
Di obyek wisata lembah Harau rombonganpun telah ‘ di sambut ‘ iklim sejuk dan dingin serta panorama alam yang indah. Sebab disana, wilayahnya di kelilingi atau di apit oleh perbukitan yang cadas dengan di tutupi panorama kabut dingin menjadikan suasana semakin asik dan mengagumkan.
Wisata Lembah Harau Kabupaten Payakumbuh Provinsi Sumbar ini dengan panorama perbukitan dan lembah serta ditambah lagi hawa sejuk dan dingin membuat suhu tubuh meningkat. Lokasi obyek wisata lembah Harau ini menarik bagi wisatawan lokal dan manca negara untuk datang ke obyek wisata tersebut.
Sepanjang jalan dari kelok 9 menuju lembah Harau, rombongan melihat pemandangan dan panorama yang sangat eksotik dari pesona alam di sekelilingnya. Karena lokasi alam Lembah Harau tersedia Home Stay dengan susunan yang rapi pada setiap sudut lokasi lembah Harau tersebut.
Umumnya, bangunan home Stay di sediakan oleh Pemerintah Kabupaten dan swasta yang rela merogoh kocek ratusan juta untuk investasi di lembah Harau tersebut. Alhamdulillah, rombongan tiba di lokasi Home Stay walaupun harus melangsir dengan kendaraan roda 4 yang kecil menuju home stay. Malam pertama di lembah Harau, rombongan di suguhi pemandangan dan panorama alam yang indah, asik dan mengesankan ditambah udara beriklim dingin dan sejuk menambah suasana alam semakin sahdu.
Home stay di lembah Harau umumnya, berbentuk rumah kerucut dan berlantai dua. Uniknya, home stay langsung tertuju ke pemandangan yang indah dan menakjubkan.
Malam pertama di lembah Harau, rombongan angota PWI dan anggota IKWI menjalin keakraban dan kekeluargaan. Panitia dari Albey Tour & Travel Wisata Riau telah menyediakan jagung bakar, kacang rebus dan Barbeque yang mengasikkan, ditambah dengan ikan bakar dan di iringi music live menambah hangatnya suasana malam.
” Asik, indah dan mempesona panorama alamnya ditambah iklim sejuk dilembah Harau ini membuat kita menjadi terasa terbuai dalam mimpi yang indah, ” papar H. Suseto salah seorang Penasehat PWI Dumai, Kamis malam (28/8).
Selain itu, masih kata mantan ketua PWI Dumai ini, pemandangan dan panorama alam cukup indah dan mempesona dipandang secara kasat mata di pagi hari. ” Subhanallah, pemandangan indah sekali, ditambah iklim yang sejuk membuat kita dapat terbuai dilembah Harau ini, ” paparnya.
Hari kedua Jum’at pagi ( 29/8), rombongan anggota PWI dan IKWI sebelum meninggalkan Home Stay di lembah Harau, pada pagi hari disambut suasana kabut tebal dan iklim pagi yang dingin juga sejuk hingga menusuk sampai ke tulang sejumlah anggota dan rombongan saat keluar pagi hari dari Home Stay.

” Suasana pagi dan panorama alam yang indah ditambah lagi kabut dingin dan sejuk terlihat jelas dari kejauhan, saat memandang alam, ini menandakan panorama alam disini cukup bagus, indah dan di tambah lagi dari pesona obyek wisata di lembah Harau ini, luar biasa sangat mengesankan, ” papar Toni Marisi salah seorang anggota PWI yang ikut dalam rombongan dan menempati home stay no. 8 di lembah Harau.
Uniknya lagi, disaat pagi hari, kata Didin, anggota PWI lainnya, sejumlah pedagang makanan yang menjajakan oleh- oleh khas Payakumbuh dengan ramah dan sopan menawarkan dagangannya kepada pengunjung Home stay tersebut.
” Pisang goreng, jagung garing dan Calamay buat oleh-oleh, bapak, ibu, “ujar salah seorang pedagang berperawakan perempuan yang gempal dan berisi itu. Ini hasil kerajinann UKM disini, bapak atau ibu, boleh dicoba dulu, gratis kok pak atau ibu,” ujar pedagang tersebut dengan perawakan sedang yang berkaos biru saat menemui anggota rombongan didepan pintu kamar.
Setelah menikmati santapan pagi berupa Sarapan, anggota dan Rombongan langsung meninggalkan lokasi Lembah Harau, Jum’at pagi (29/8) rombongan studi banding menuju ke Kantor Sekretariat PWI Bukit Tinggi. ” Untuk anggota dan pengurus, pagi ini InsyaAllah, kita akan menuju kantor PWI di Bukit Tinggi yang memakan waktu 4 sampai 5 jam perjalanan dari lembah Harau ini, dan diharapkan semua anggota dapat memakai Uniform kemeja kebesaran PWI, Dumai, ” terang Bambang Prayetno ketua PWI Dumai sebelum pemberangkatan.
Hari kedua Jumat (29/8) Rombongan PWI dan IKWI kota Dumai, langsung menuju kantor Sekretariat PWI Bukit Tinggi.
Dalam perjalanan rombongan dengan menggunakan Bus yang disediakan oleh panitia menyuguhi fasilitas karaoke bersama, selama dalam perjalanan untuk menghilangkan bosan dan penatnya perjalanan.
Tepat pukul 11.00 wib, rombongan tiba di kantor Sekretariat PWI Bukit Tinggi dan di sambut oleh sejumlah pengurus dan anggota PWI Bukit Tinggi. Setelah melakukan kunjungan silaturahmi dan tukar cendera mata serta foto bersama, rombongan anggota PWI dan IKWI kota Dumai langsung menuju Jam Gadang yang tidak jauh dari kantor Sekretariat PWI Bukit Tinggi.
” Hanya memakan waktu 15 menit, kita sampai di lokasi wisata Jam Gadang salah satu Icon provinsi Sumbar, Bukit Tinggi dan telah menjad salah satu obyek wisata yang menarik, ” terang ibu Mar sapaan akrab pimpinan Albey Tour & Travel Wisata Riau rombongan study banding PWI dan IKWI kota Dumai.
” Jam Gadang ini merupakan salah satu Icon kebanggaan bagi provinsi Sumbar, Bukit Tinggi dan memiliki arti sejarah panjang pada masa perjuangan NKRI dulunya,,” ujar mas H. Suseto menjelaskan. Dahulu kota Bukit Tinggi, masih kata H. Suseto, pernah dijadikan Ibu kota negara darurat beberapa saat pada zaman kemerdekaan dulu.
” Memang Kota Bukit Tinggi menariknya selain memiliki Icon wisata menarik Jam Gadang di kota ini, juga memiliki sejarah buat perjuangan NKRI, karena kota ini pernah jadi Ibu kota negara RI, ” papar H. Suseto menjelaskan yang saat ini menjabat pengurus teras salah satu Parpol di kota Dumai.
Jam Gadang Icon wisata Bukit Tinggi sangat indah, menarik dan eksotik bagunannya dan memiliki arti yang monumental bagi yang datang ke Provinsi Sumbar, khususnya kota Bukit Tinggi. Di lokasi jam Gadang, anggota dan rombongan diberikan waktu oleh pimpinan taur n travel, untuk menikmati kota ini selama 1 jam.
Tepat pukul 12.00 WIB, rombongan anggota PWI Dumai menunaikan shalat jum’at di masjid pasar bawah Bukit Tinggi. Dan untuk rombongan IKWI, sambil menunggu selesainya ‘ kaum adam ‘ menunaikan shalat jumat, tombongan ibu-ibu IKWI dapat berbelanja di pasar atas Bukit tinggi.
” Alhamdulillah, berbelanja barang, cendera mata dan oleh-oleh Sumbar di kota Bukit Tinggi ini sangat murah dan memiliki harga yang dapat dijangkau alias tidak terlalu mahal, ” kata Tika anggota IKWI yang diamini oleh Mak Cik Kiah dan Dian anggota PWI Dumai saat menghabiskan isi kocek dalam tasnya yang telah disiapkan dari Dumai.
Tepat pukul 13:30, rombongan meninggalkan kota Bukit Tinggi menuju wilayah obyek wisata alam, Alahan Panjang. Lokasi dengan pemandangan dan panorama alam yang indah, asik dan menakjubkan juga memiliki udara dengan iklim dingin dan sejuk.
Selain itu di lokasi Alahan Panjang memiliki panorama dengan pemandangan yang mempesona lagi menawan dan sangat berkesan bagi pengunjung yang datang ke kota ini.
Namun, sebelum menuju ke lokasi Wisata Alahan Panjang rombongan singgah dulu di salah satu Restorant untuk Santap makan siang di kota Bukit Tinggi. Tepat Pukul 18.00 wib, rombongan tiba di tempat wisata Alahan Panjang. Namun, sepanjang perjalanan menuju lokasi, pemandangan indah dan panirama alam yang menakjubkan selalu terlihat seperti Danau Kembar, yang di kelilingi perbukitan.
Mengapa di sebut Danau kembar, karena danau ini terbagi menjadi 2 bagian yakni danau bawah dan danau atas dengan diapit oleh perbukitan yang sangat indah dan mempesona pemandangannya. Kurang lebih berjarak 2 jam, rombongan tiba di lokasi wisata Alahan Panjang. Di lokasi wisata Alahan Panjang, rombongan saat tiba dilokasi sudah dapat ‘ sambutan ‘ udara dan iklim dingin juga sejuk sudah mulai terasa saat turun dari Bus.

Setelah membereskan dan akomodasi di home stay selesai diurus panitia, rombongan istirahat beberapa saat di kamar. Lalu, malam hari, rombongan dan seluruh anggota PWI dan IKWI menikmati panorama alam dan keindahan malam di lokasi Alahan Panjang. ” Alhamdulillah, subhanallah indah dan mempesona serta menakjubkan pemandangan alam yang asri di Alahan Panjang ini. Seperti layaknya di kota Jawa Barat atau Sukabumi, ” terang Nureddy anggota PWI yang pernah tinggal di Jawa Barat itu.
Wisata disini masih katanya, mirip pemandangannya seperti di Sukabumi. Selain udaranya sejuk dan dingin di tambah lagi suasana alamnya sangat indah dan mempesona pemandangan lokasi wisatanya.
Selesai makan malam, rombongan anggota yang belum lelah selama perjalanan, panitia tour n travel memberikan Game Barbeque dan Door prize di lokasi pelataran home stay di Alahan panjang.
Dengan penuh keakrabanl dan ke keluarga rombongan anggota PWI dan IKWI ikut menikmati malam keakraban itu dan terlibat dalam Game dan Barbeque pada malam itu di tambah lagi, suguhan alunan musik karoeke bersama yang membuat malam jadi bertambah asik dan penuh keakraban bersama anggota, pengurus dan penasehat PWI dan keluarga besar IKWI kota Dumai.
Keesokan hari, Sabtu (30/8), rombongan meninggalkan home stay. Wisata Alahan panjang. Tapi, sebelum rombongan meninggalkan lokasi pimpinan rombongan tour n travel memberikan kesempatan kepada rombongan ini, untuk ke lokasi kebun Strawberry yang tidak jauh dari lokasi home stay Alahan panjang. Hanya butuh waktu 10 menit rombongan tiba di lokasi kebun Strawberry.
Karena kebun Strawberry saat di kunjungi sedang tidak berbuah, maka rombongan hanya datang untuk Berswafoto disana dengan latar belakang kebun Strawberry. “Alhamdulillah, teman kita dapat berkenalan dengan seorang wanita di kebun Strawberry tersebut. Dan uniknya lagi, kawan kita dapat sembari bertukar nomer sambungan selulernya.
” Memang hebat teman dan sahabat kita ini. Dengan waktu singkat saja bisa dapat bertukar nomer sambungan selulernya, ” terang bung Eddy sapaan akrab salah seorang anggota PWI DumaI di dalam Bus saat berbincang kepada sesama anggota PWI lainnya, Ridwan Safri sapaan okrabnya Ocu.
” Memang mantab kawan satu tuh, Alhamdulilah biar dia tidak membujang lagi, semoga kawan itu dapat serius, ” ujar Ocu tersenyum sumringah.
15 menit meninggalkan wisata Alahan Panjang, rombongan menuju lokasi wisata Istana Pagaruyung Batu Sangkar. Selama dalam perjalanan, rombongan selalu di buat happy dan gembira dalam menikmati perjalanan study banding ini. Tak berselang beberapa lama Bus rombongan berhenti sejenak di lokasi kebun teh masih di lokasi daerah Alahan panjang.
Di lokasi kebun teh itu, rombongan menyempatkan diri berswafoto. Dengan swafoto yang baik dan bagus pengambilan gambarnya yang unik dan apik oleh team fotografer anggota PWI Dumai, Hendry Koeswoyo atau sapaan akrabnya ‘Toy Jep ‘dan Agus 3adi.
Tepat pukul 12.30 Wib, rombongan istrirahat sejenak untuk santap makan siang di lokasi yang tidak jauh dari lokasi kebun teh tersebut. Uniknya, selama perjalanan rombongan melewati pemandangan yang indah dan menakjubkan seperti melewati Danau kembar kembali yang indah dan menawan sebelum menuju obyek wisata istana Pagaruyung, kabupaten Batu Sangkar.
Alhamdulillah, kita dapat berhenti sejenak menikmati suasana pemandangan selama perjalanan dan singgah di salah satu Mushala untuk istirahat sejenak melepas penat.
Waktu inilah di ambil kesempatan. Bagi anggota rombongan untuk berswafoto dengan spot Danau kembar tersebut. Dan di samping itu, ada sebagian rombongan yang istirahat di mushala. Tiba-tiba ada celetuk salah seorang anggota PWI, Dian. ” Bang Agus tolong ambilkan foto saya untuk album kenangan di depan mushala di Danau kembar, ” papar Dian salah seorang anggota PWI dan wartawati salah satu koran harian di kota Dumai.
Bak, peragawati tingkat nasional, Dian sapaan akrabnya biasa dipanggil kawan seprofesinya. Dengan gaya yang unik dan menarik saat di ambil foto disana. “Terima kasih ya bang Agus atas bantuannya, ” ujar Dian tersenyum kepada Agus. Pada pukul 15.30 WIB, Bus pariwisata yang membawa rombongan sampai di pelataran parkir Istana Pagaruyung.
” Alhamdulilah, kita telah sampai di obyek wisata di istana Pagaruyung Batu Sangkar, ” terang pimpinan Albey Tour & Travel Wisata Riau dengan sapaan akrabnya, Buk Mar, Sabtu siang (30/8). Istana Pagaruyung ini merupakan obyek wisata kebanggaan pemerintah kabupaten Batu Sangkar Provinsi Sumbar dan merupakan obyek wisata yang sering di kunjungi oleh turis manca negara maupun lokal.
” Memang benar sekali, wisata ke Istana Pagaruyung ini selalu ramai dikunjungi turis lokal maupun manca negara, “kata salah seorang pegawai Dinas Pariwisata kabupaten Batu Sangkar, kepada salah seorang anggota PWI Dumai, Ridwan Safri saat melihat aksesoris di Istana Pagaruyung yang terletak di bawah bangunan Istana tesebut.
Uniknya, di Istana Pagaruyung ini, pengunjung yang datang dapat menyewa pakaian adat Minangkabau disini. ” Memang menakjubkan lokasi Istana Pagaruyung yang eksotik ini dan ‘dibalut’ dengan budaya kental Minangkabau suasana Istana sangat berbeda dari sejumlah Istana yang pernah saya datangi, karena di Istana Pagaruyung pengunjung dapat menyewa pakai kebesaran adat Minangkabau berbeda dengan Istana lainnya. Walaupun hanya setakat untuk berswafoto. Inilah keunikkannya,” terang Tika salah seorang anggota IKWI saat akan menyewa pakaian adat di sana.
Bangunan Istana bersejarah, Pagaruyung ini memiliki 3 lantai. Dan tiap lantai memiliki lokasi ruang kerja raja dan para punggawa dalam melakukan aktifitas di Kerajaan Pagaruyung tersebut. ” Bangunan ini sangat erat memiliki sejarah antara kedua Kerajaan yakni Pagaruyung dengan Kerajaan Siak di Riau. Sebab keturunan Raja Siak juga memiliki darah dengan keturunan raja di Pagaruyung. Jadi, kedua Kerajaan ini memiliki persamaan yang kental, ” kata Cikgu Tika sapaan akrabnya anggota IKWI Dumai ini.
Tepat pukul 17.16 WIB, setelah berswafoto dengan latar belakang spot Istana Pagaruyung, Minangkabau rombongan langsung putar arah balik menuju ke Kota Dumai Riau. Minggu (31/9), pukul 03.50 WIB Rombongan keluarga PWI dan IKWI kota Dumai sampai di pelataran parkir Dumai Islamic Center.(edi)









