Pemuda Bangun Garda Etika: Akhmad Khadafi Dorong Pengawasan Pemerintah yang Transparan

JAKARTA (Wasiat24.com) — Semangat pembenahan tata kelola pemerintahan kembali digaungkan dari kalangan muda. Akhmad Khadafi, salah satu pendiri Organisasi Pengawasan Etika dan Tata Kelola disingat PETA, menegaskan bahwa organisasi ini hadir sebagai wadah strategis pemuda untuk memperkuat transparansi, akuntabilitas dan etika dalam penyelenggaraan negara.

Berbicara di salah satu Cafe di kawasan Senayan City Jakarta, Khadafi menyampaikan bahwa organisasi yang digagasnya bukan sekadar simbol gerakan, melainkan akan menjadi kekuatan pengawas yang profesional, independen dan berintegritas.

“Visi kami jelas menjadi organisasi pengawasan yang mampu mendorong keadilan dan kesejahteraan masyarakat melalui tata kelola pemerintahan yang bersih dan beretika,” tegasnya.

Ia menjelaskan, fokus utama organisasi ini mencakup pengawasan kebijakan pemerintah secara objektif, mendorong keterbukaan informasi publik, serta memastikan akuntabilitas berjalan sebagaimana mestinya. Tak hanya itu, organisasi ini juga memposisikan diri sebagai mitra kritis bukan oposisi tanpa arah, tetapi kekuatan penyeimbang yang solutif bagi pemerintah.

Lebih jauh, Khadafi menekankan pentingnya peran edukatif organisasi. Menurutnya, peningkatan kesadaran masyarakat serta penguatan kapasitas pemuda menjadi kunci dalam membangun budaya pengawasan yang sehat. Organisasi ini juga akan membuka ruang aspirasi dan pengaduan publik sebagai jembatan antara masyarakat dan pemerintah.

Dalam peran strategisnya, Organisasi PETA juga menyatakan kesiapan untuk berpartisipasi aktif dan menjalin kerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait. Kolaborasi ini diarahkan untuk mensosialisasikan sekaligus mengawal berbagai program pro-rakyat yang tengah dijalankan oleh pemerintah pusat, agar tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

Menariknya, gerakan ini turut menyatakan dukungan terhadap agenda pembangunan nasional, termasuk program Asta Cita, dengan tetap menjaga prinsip independensi dalam pengawasan.

“Organisasi ini berlandaskan Pancasila dan hukum yang berlaku. Kami menempatkan pemuda sebagai mitra strategis pemerintah, bukan sekadar penonton,” ujarnya.

Sebagai langkah awal konsolidasi, Akhmad Khadafi mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar Musyawarah Besar guna memperkuat struktur dan arah gerak orrganisasi.

Momentum ini menjadi sinyal bahwa peran pemuda dalam mengawal etika dan tata kelola pemerintahan semakin nyata tidak lagi dpinggir, tetapi mulai masuk ke pusat dinamika perubahan.(cu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *