
Dumai (Wasiat24.com) – Praktik mafia migas sering kali melibatkan korupsi terorganisir, penyimpangan pengadaan, dan pencurian fisik minyak, yang menyebabkan kerugian keuangan dan perekonomian negara dalam jumlah fantastis.
Tujuan pemerintah melakukan pemberantasan para mafia Migas (Minyak Gas) agar pendapatan anggaran migas negara tidak menjadi defisit. Namun salah satu yang dapat membuat anggaran pendapatan migas negara rugi yaitu penampungan Ilegal BBM (Bahan Bakar Minyak).
Seperti terlihat oleh awak media ini pada Senin 10 November 2025, di Jalan Soekarno-Hatta kelurahan Bagan Besar salah satu lokasi diduga kuat sebagai tempat penampungan BBM Ilegal bersubsidi dengan modus membuka cucian mobil.
Diduga para supir sudah kong kalikong dengan pemilik tempat tersebut untuk saling kerjasama mengambil minyak BBM dari mobil tangki pengangkutan BBM dari PT Nusa. Setelah disepakati BBM yang diambil, lalu si pemilik tempat usaha membayarkan sejumlah uang kepada sang supir tersebut.
Modusnya, ketika mobil tangki pengangkut BBM PT Nusa singgah di pencucian mobil di Bagan Besar tersebut, dengan memantau situasi keadaan aman, maka si pemilik usaha menyediakan derigen ukuran besar untuk menyalin kan BBM dari tangki mobil pengangkutan BBM milik PT Nusa yang dibawa oleh sang supir.
Hal ini terus berulang kali dilakukan oleh mereka sehingga dalam waktu satu minggu si pemilik usaha bisa mendapatkan BBM hasil ilegal nya puluhan ton dan akan dijual lagi dengan harga yang menguntungkan si pemilik penampungan BBM ilegal tersebut.
Menurut salah satu warga disekitar mengatakan bahwa Ia pernah singgah di lokasi pencucian mobil itu pada siang hari dan melihat sebuah mobil tangki berwarna merah putih yang diduga kuat sebagai pengangkutan minyak BBM bersubsidi sedang parkir di dalam lokasi tersebut. Lalu ada seseorang sedang mengambil minyak dari tangki mobil tersebut yang di tuangkan kedalam derigen ukuran besar yang diyakini orang itu adalah pesuruhnya pemilik tempat usaha tersebut.
“Saya pernah siang mampir ke tempat cucian mobil itu. Saya melihat saat itu mobil tangki pengangkut minyak warna merah putih parkir di belakang cucian mobil itu dan ada orang sedang bekerja mengambil minyak dari corong tangki yang di belakang disalin ke derigen ukuran besar. Saya lihat derigen nya ada banyak disiapkan pak. Tapi saya di suruh pergi sama yang punya tempat nya.” ungkap salah satu warga daerah tersebut, Selasa (11/11/2025) yang menduga kuat lokasi tersebut sebagai penampungan BBM ilegal.
Selain itu awak media mendapatkan informasi bahwa seseorang inisial ET adalah salah seorang pengawas dan pengamanan di lokasi tersebut yang diduga di tunjuk sebagai orang kepercayaan bos usaha mafia penampungan BBM bersubsidi dengan modus membuka cucian mobil tersebut.(tim)









