
DUMAI (Wasiat24.com) – Kedatangan Tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau ke lokasi proyek pembangunan Tanggul Sungai Dumai, Kamis pagi (29/10/2026), menjadi perhatian dan perbincangan masyarakat setempat.
Turunnya tim Krimsus untuk melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi fisik tanggul dan pintu air tersebut memunculkan sejumlah pertanyaan di tengah masyarakat. Terlebih, dalam pengecekan itu ditemukan adanya bagian fisik bangunan yang mengalami keretakan.
Kondisi tersebut kembali membuka sorotan terhadap mutu pekerjaan, pelaksanaan pembangunan, hingga pengawasan proyek yang menelan anggaran hampir Rp12 miliar tersebut.
Proyek pembangunan tanggul pengendali banjir dan rob Sungai Dumai Segmen I yang berlokasi di kawasan Kelurahan Pangkalan Sesai, tepatnya di sekitar Simpang Tetap/Jalan Belimbing, diketahui memiliki nilai kontrak sebesar Rp11.991.823.173,16.
Pekerjaan yang merupakan bagian dari program penanganan banjir di bantaran Sungai Dumai tersebut dilaksanakan oleh CV Morni Maju Kaya, dengan PT Wandra Cipta Engineering Consultant sebagai konsultan pengawas.
Ironisnya, proyek yang telah dinyatakan rampung 100 persen oleh Pemerintah Kota Dumai itu justru menjadi sorotan setelah ditemukan keretakan pada bagian fisik bangunan.
Saat melakukan pengecekan di lapangan, Tim Krimsus Polda Riau juga terlihat memberikan sejumlah catatan dan kritik kepada pihak terkait, termasuk Bidang Sumber Daya Air (SDA) serta kontraktor pelaksana pekerjaan.
Pengecekan tersebut memunculkan dugaan adanya persoalan yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut, terutama menyangkut kualitas hasil pekerjaan dan fungsi pengawasan selama proses pembangunan berlangsung.
Sejumlah pertanyaan pun mulai berkembang di tengah masyarakat. Apakah keretakan tersebut hanya persoalan teknis pada bangunan, atau terdapat hal lain yang perlu ditelusuri terkait pelaksanaan proyek?
Mengingat pembangunan tanggul tersebut menggunakan anggaran pemerintah dengan nilai yang tidak sedikit, masyarakat tentu berharap hasil pekerjaan benar-benar memiliki kualitas dan ketahanan sesuai spesifikasi teknis serta mampu menjalankan fungsi pengendalian banjir dan rob sebagaimana tujuan pembangunannya.
Saat awak media berupaya meminta keterangan kepada salah seorang anggota Tim Krimsus Polda Riau di lokasi, yang bersangkutan belum bersedia memberikan penjelasan lebih lanjut.
Begitu pula Kepala Bidang (Kabid) SDA, hingga berita ini diterbitkan belum memberikan tanggapan terkait hasil pengecekan maupun temuan keretakan pada bangunan tanggul tersebut.
Kedatangan Tim Krimsus Polda Riau diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai kondisi proyek, termasuk apakah terdapat persoalan dalam aspek teknis, mutu konstruksi, maupun pengawasan pekerjaan.
Sebab, proyek pengendalian banjir bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan menyangkut keselamatan dan kepentingan masyarakat yang setiap saat berhadapan dengan ancaman banjir dan pasang air laut.(zakaria)
Catatan Redaksi: Berita ini disusun berdasarkan informasi dan temuan di lapangan. Dugaan adanya persoalan dalam pekerjaan masih memerlukan klarifikasi dan pembuktian lebih lanjut. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada seluruh pihak terkait. Apabila terdapat kekeliruan dalam pemberitaan ini, redaksi siap melakukan perbaikan sesuai ketentuan yang berlaku.









