
Dumai (Wasiat24.com) – Seminggu lebih pasca tewasnya Khairuddin (46) warga Purnama (Sabtu, 5/10) akibat tertimpa dari bagian crane/conveyor. Belum ada kejelasan penyebab pastinya kenapa bagian crane/conveyor tersebut runtuh. Diketahui korban saat itu sedang duduk tidak jauh dari bagian crene/conveyor yang runtuh.
Dari kejadian tersebut banyak pertanyaan mesti dijawab dan salah satunya keberadaan korban dalam kawasan PT Pelindo 1 Dumai. Notabene kawasan khusus hanya orang-orang tertentu bisa memasuki karena diketahui termasuk kawasan kepelabuhanan dipenuhi pihak pengamanan.
Terkait hal tersebut redaksi meminta tanggapan salah seorang yang terbilang senior di media dan aktivis buruh, Bung Zainal turut prihatin atas kejadian ini.
“Pertama tentu kita sampaikan duka mendalam terhadap Adik kita (Khairuddin) yang meninggal secara tragis, mendo’akan semoga diterima amal ibadahnya dan dilapangkan kuburnya, Amiin-Amin Ya Rabbal Alamin, dan bagi keluarga ditinggal agar diberi ketabahan,” sampainya Sabtu, (12/10).
“Kejadian tersebut menimbulkan banyak pertanyaan salah satu menjadi perbincangan di masyarakat adalah status Almarhum apakah sebagai pekerja, jika iya saat evakuasi (gambar tersebar di berbagai platform media sosial) Almarhum tidak memakai pakaian layaknya seperti pekerja karena bercelana pendek sebatas lutut dan bersandal. Sebaliknya jika tidak bekerja kenapa bisa berada di kawasan hanya bisa dimasuki pihak tertentu, itu kan harus dijelaskan ke publik,” sampai sosok yang lama berkecimpung dibeberapa serikat buruh/pekerja itu.
“Satu lagi jika diperhatikan secara seksama saat evakuasi dilakukan sepertinya pihak Kepolisian tidak terlihat, hanya beberapa orang berpakaian biasa dan seorangnya berpakaian Security. Saat itu kondisi Almarhum dalam keadaan tertelungkup dengan posisi kedua kaki terlipat kebelakang, beberapa orang tadi mengevakuasi ke atas sebuah mobil pick up Security,” analisa Bung Zainal kepada awak media disalah satu kedai kopi sekira Pukul 10.00 Wib.
Sosok yang juga malang-melintang di bidang media itu mempertanyakan terkait mobil yang digunakan untuk mengevakuasi.
“Kenapa tidak mengunakan mobil Ambulance tetapi mobil pick up, bagaimana SOP di kawasan PT Pelindo yang katanya memenuhi standard ISPS Code (International Ship and Port Facility Security Code),”sambungnya.
ISPS berdasarkan informasi dikutip dari laman google adalah kode keamanan internasional untuk kapal dan fasilitas pelabuhan. Kode ini mengatur operasi maritim untuk memastikan keamanan kapal, kargo, awak kapal, dan pelabuhan.
Berdasarkan perkembangan terakhir dari beberapa pemberitaan di media Cyber bahwa kejadian tersebut telah ditangani dan diselidiki pihak Kepolisian. Lokasi kejadian juga telah dipasangi garis Polisi (Police Line).
Terkait hal itu Bung Zainal sangat mengapresiasi dan berharap penyelidikan bisa mengungkap kronologis kejadian dengan jelas dan transparansi.
“Katanya sudah ditangani pihak Kepolisian dan kita apresiasi agar secepatnya bisa terjawab peristiwa tragis tersebut, dan disampaikan ke publik karena bagaimanapun peristiwa tersebut menghilangkan nyawa seseorang,” harapnya.
“Jika peristiwanya telah terang benderang dan seandainya ada unsur kelalaian berpotensi terjadi pidana diharap pihak Kepolisian menindak tegas, jangan ada keraguan agar kejadian serupa tidak berulang, ini menyangkut masalah nyawa,” pungkasnya mengakhiri percakapan.
Mengutip pemberitaan salah satu media online bahwa Crane/Conveyor menimpa Almarhum Khairuddin oleh milik PT Prima Global Indologistik (PGI). Disebutkan salah satu pegawai PGI bahwa korban pekerja freelance bukan pekerja tetap.
“Korban adalah pekerja lepas dan kami tidak tahu siapa yang membawanya. Hari-hari korban sering ke lokasi,” ujar salah seorang pekerja PT PGI, Riski saat dikonfirmasi awak media di ruang kerja Branch Manager Pelindo Dumai.
Ia juga menjelaskan secara singkat histori perusahaan bekerja di Pelindo Dumai. Di mana perusahaan PGI sudah beroperasi di kawasan Pelindo Dumai sejak tahun 2018 hingga sekarang.
Riski juga menjelaskan sudah dimintai keterangan oleh pihak Polres Dumai terkait kejadian yang mengakibatkan seorang warga tewas tertimpa bagian dari mesin Crane.
“Sudah selesai, kami sudah menjelaskan dan memberikan keterangan ke penyidik,” ujarnya kepada awak media.
Dia juga menjelaskan, bagian rasa belasungkawa atas kejadian ini perusahaan juga menyampaikan bantuan kepada keluarga korban.
“Biarpun bukan pekerja tetap kami, perusahaan peduli dan menyalurkan bantuan kepada keluarga korban, dan menyatakan telah selesai,” ujarnya.
Tentunya terkait narasi dan keterangan salah satu pekerja PT PGI berdasarkan diambil dari media online, uraian diatas bahwa korban bekerja freelance, sudah menjelaskan dan memberikan keterangan ke penyidik dan telah menyalurkan bantuan kepada pihak korban dan menyatakan sudah selesai.
Apakah sebatas itu jawaban disampaikan pihak perusahaan dan jika seperti itu sangat memprihatinkan. Rasanya sangat menyederhanakan peristiwa terjadi dan terkesan seperti kejadian biasa saja padahal nyawa seseorang telah melayang.
Sejumlah media telah masukkan surat konfirmasi tertulis ke pihak PT Pelindo namun hingga kini belum di jawab, hal tersebut guna mencari informasi akurat. Serta berencana meminta tanggapan dari Disnakertrans Provinsi Riau selaku instansi terkait dengan ketenagakerjaan. Serta tanggapan pihak DPRD Dumai melalui Komisi membawahi Bidang Kepelabuhanan dan Ketenagajerjaan.***









