
Bengkalis (Wasiat24.com) – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sungai Alam, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Riau berkomitmen mengedepankan koordinasi dengan kepala sekolah dan pemerintah daerah dalam mengoptimalkan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Demikian dikatakan Kepala SPPG Sungai Alam, Sahrul Mubarak. Ia menilai komunikasi yang baik menjadi kunci utama keberhasilan program MBG guna memastikan menu yang disajikan tepat, bergizi, serta aman dikonsumsi.
“Oleh karena itu, kami tetap mengedepankan koordinasi yang baik dengan pihak penerima manfaat diantaranya sekolah, orang tua, kader puskesmas dan pemerintah daerah setempat,” katanya kepada sejumlah wartawan, Senin (20/04/2026) di Bengkalis.
Disamping itu, Sahrul Mubarak menambahkan. SPPG Sungai Alam juga melibatkan sekolah dan kader B3 dalam mengevaluasi menu makan bergizi agar sesuai dengan preferensi dan kebutuhan penerima manfaat.
Katanya, koordinasi yang telah terjalin baik akan terus dijalain sehingga memastikan distribusi makanan berjalan lancar, tepat waktu, dan diterima oleh seluruh siswa penerima manfaat tanpa kendala.
“Alhamdulillah, kami sering melakukan komunikasi maupun sharing dengan kepala sekolah terkait MBG. Biasanya kami meminta masukan terkait menu, menanyakan apakah siswa menyukai menu yang disajikan, serta menerima keluhan yang mana tahu ada,” katanya.
Sedangkan dengan pemerintah daerah, Sahrul Mubarak memaparkan bahwa komunikasi sudah dilakukan dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bengkalis, juga dengan Pemerintahan Desa setempat.
“Idealnya, kita fokus pada kualitas layanan dan koordinasi yang efisien. Menerima masukan dan saran dari kepala sekolah dan pemerintahan desa setempat agar program MBG lebih baik lagi kedepanya,” terangnya.
Senada, Asisten Lapangan (Aslap), Rudi Hartono menambahkan, koordinasi melalui komunikasi langsung maupun tidak langsung telah terjalin baik kepada kepala sekolah, dan pemerintahan desa setempat.
“Dan baru baru ini, kami juga berkoordinasi dengan Kepala Sekolah SDN 40, Ibuk Nursiah terkait kegiatan Jumat berkah, tradisi Yasinan. Beliau meminta pendistribusian MBG lebih awal dan kita siap menjalankanya,” terang Rudi Hartono.
Selain itu, sekolah lain tambah rudi. ada juga siswa siswa yang minta makanan diantarnya burger, ada yang minta ayam krispi dan menu ikan.
“Tentunnya, permintaan seperti ini menjadi perhatian kami,” ujarnya.
Rudi sapaan akrab Rudi Hartono ini menuturkan, setiap permintaan siswa akan dipertimbangkan dan diupayakan untuk direalisasikan, selama sesuai dengan standar gizi dan keamanan pangan yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).
“Idealnya, koordinasi baik ini pula kami bisa tahu sehingga siswa tidak hanya merasa diperhatikan, tetapi juga semakin bersemangat mengikuti program MBG,” tutupnya.(ndi)









