
Kota Solok (Wasiat24.com) – Bimbingan Teknis (Bimtek) merupakan kegiatan pelatihan yang bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan profesionalisme peserta di bidang tertentu.
Bagi insan pers, Bimtek menjadi ruang penting untuk memperbarui wawasan jurnalistik, memahami perkembangan teknologi informasi, serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah.
Puluhan wartawan yang bertugas di Kota Solok mengikuti Bimtek tersebut di Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, pada 5–6 Desember 2025. Kegiatan dua hari itu diselenggarakan untuk memperkuat kemitraan antara Pemerintah Kota Solok dan insan pers, sekaligus meningkatkan kapasitas jurnalis dalam penyebarluasan informasi pembangunan.
Keberangkatan rombongan peserta Bimtek dilepas langsung oleh Wali Kota Solok, Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, di depan Kantor Dinas Kominfo Kota Solok. Agenda yang semestinya digelar pada November sempat tertunda akibat banjir besar yang melanda Kota Solok.
Dalam sambutannya, Wako Ramadhani menegaskan bahwa wartawan merupakan mitra strategis dalam penyebarluasan informasi pembangunan.
“Wartawan adalah garda terdepan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Melalui pemberitaan yang berimbang dan akurat, pemerintah sangat terbantu dalam menyebarkan berbagai program dan kebijakan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih atas peran jurnalis selama bencana banjir yang melanda Kota Solok.
“Rekan-rekan wartawan bekerja tanpa kenal lelah di tengah kondisi sulit. Dedikasi itu sangat berarti bagi kami dan masyarakat. Saat ini, pemerintah fokus mempercepat pemulihan pascabencana, dan kami berharap media terus menjadi bagian dari proses ini,” kata Wako Ramadhani.
Wako berharap Bimtek menjadi ruang memperkuat komunikasi antara pemerintah dan media massa.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Solok, Nurzal Gustim, menegaskan bahwa Bimtek diselenggarakan untuk mendorong profesionalisme jurnalis dan menyesuaikan diri dengan tantangan era digital.
“Kami ingin insan pers semakin kuat secara kompetensi, memahami dinamika media digital, dan tetap memegang etika jurnalistik. Peran pers sangat penting dalam mencerdaskan masyarakat,” jelasnya.
Meski tahun 2025 menjadi masa efisiensi anggaran, Nurzal menyebut komitmen pemerintah terhadap media tidak berkurang.
“Walaupun terjadi penyesuaian anggaran, hubungan dan kolaborasi kita dengan rekan-rekan wartawan tetap prioritas. Pemerintah tetap membuka ruang komunikasi luas bagi insan pers,” tegasnya.
Wartawan senior Wahyu Yudistira, yang akrab disapa Ega, sebagai salah satu peserta Bimtek, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Bimtek ini sangat bermanfaat, bukan hanya untuk memperbarui pengetahuan jurnalistik, tetapi juga mempererat kebersamaan antara wartawan dan pemerintah. Ini momentum yang positif bagi kami,” ujar Ega.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilanjutkan secara berkala.
“Meski anggaran daerah sedang efisien, pemerintah tetap memberi ruang bagi kami untuk berkembang. Ini bentuk perhatian yang layak diapresiasi. Semoga sinergi media dan Pemko Solok makin kuat ke depan,” tambahnya. (zon)









