
Dumai (Surya24.com) – Pada Sabtu 10 Mei 2025 Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia berkunjung ke Kota Dumai membahas terkait percepatan Roro Dumai-Malaka.
Pada kesempatan tersebut juga dibahas mengenai peluang perdagangan antar kedua negara.
Saat pertemuan tersebut Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Dumai, Zulfan Ismaini, SH menyampaikan bahwa Kadin telah melakukan kunjungan ke kantor Kementerian Perdagangan membahas peluang bagi Kota Dumai jika Roro Dumai – Melaka dapat terealisasi.
” Kota Dumai adalah sebagai penghubung wilayah bagian Sumatera Indonesia. Tentunya kami sangat mendukung hal ini. Jika ini terealisasi tentu akan membuka peluang sektor perdagangan antar kedua negara. Kadin Dumai juga sudah mengirim surat ke Menteri Perdagangan terkait impor dari negara Malaysia masuk melalui Dumai, ” ujar Zulfan.
Zilfan mengatakan, dengan dibukanya Roro Dumai – Melaka ini juga dapat membantu UMKM.

” Dan kami mohon Bapak Duta Besar RI untuk Malaysia dapat menyampaikan hal ini. Kadin Dumai juga sudah 8 kali ke Malaysia untuk membahas hal ini. Mereka sangat menginginkan import melalui Dumai. Selain itu, kita lihat juga ada peluang income pariwisata sampai ke daerah dan provinsi lainnya. Kalau Roro Dumai – Melaka ini sudah berjalan kedepan mereka bisa langsung bawa mobil ke Indonesia dan sebaliknya. Tentunya Dumai menjadi tujuan utama sebelum ke daerah lain, ” jelas Ketua Kadin Dumai, Zulfan Ismaini.
Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Kemitraan, Muhammad Arief pada kesempatan itu menyampaikan, dari beberapa kali melakukan kunjungan, pihak Malaysia sebenarnya tidak ada hambatan lagi mengenai rencana adanya Roro Dumai – Melaka ini.
” Kedepan kita berharap bisa eksport dan import melalui Dumai sehingga truk ke Malaka bawa barang dan pulang ke Dumai juga bisa bawa barang import. Untuk saat ini kita mengirim buah-buahan seperti manggis menggunakan kapal kayu, sementara untuk import belum bisa ,” kata Arief.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia, Hermono menyebutkan transportasi menggunakan Roro ini dianggap lebih efisien.
” Ada semacam keseriusan dari Malaysia untuk membuka Roro Dumai- Malaka ini. Rencana ini segera akan di mulai, kabarnya mereka telah menyiapkan lahan sekitar 3 hektar. Kita ingin hubungkan Malaysia bagian semenanjung dan Indonesia melalui Dumai dan Batam, ” terang Hermono.

Hermono menyebutkan juga akan mengkaji hitung-hitungan ekonomi harus masuk dan saling menguntungkan kedua negara.
” Kalau kita lihat potensinya cukup menjanjikan karena Malaysia sangat tergantung dengan negara lain termasuk import beras dari Indonesia. Kalau kita mau koneksi lebih luas memang Dumai yang lebih dominan. Dan jangka panjangnya Dumai ini menjadi yang sangat penting untuk penghubung kedua negara dan keperluan itu ada. Dari segi ekonomi perlu dikaji. Saya lihat Kadin Dumai sudah siap dalam persaingan bisnis. Pemerintah Malaysia juga telah membahas hal ini, kalau ini jadi mudah-mudahan ekonomi makin baik, ” harap Hermono.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Dumai, Indra Gunawan mewakili pemerintah Kota Dumai menyambut baik dan mendukung penuh Roro Dumai-Malaka ini.
” Kalau ini terealisasi Dumai akan jadi pelabuhan tersibuk di sumatera dan pertumbuhan ekonomi semakin baik. Kita juga ada 3 kawasan industri, yaitu Kawasan Indistri Dumai (KID), Lubuk Gaung dan Kawasan Pelindo, ” kata Sekda.
Pertemuan tersebut diadakan di
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Dumai.
Turut hadir bersama Kedutaan RI untuk Malaysia, Atase Perhubungan Sindu Rahayu, Atase Perdagangan Aziza Rahmaniar Salam, Atase Tenaga Kerja Harry Ayusman, Atase Hukum Andi Eva Nurliani, Atase Ekonomi Arief Priowahono, Staf Satker Perhubungan Nawangga Soni Pratama, Staf BPKRT Eva Juleha.
Selain itu hadir juga perwakilan Pelindo Dumai, Danlanal, Kapolres Dumai, dan Dinas Perhubungan Provinsi Riau, KSOP Dumai dan jajaran, Kadin Kota Dumai dan jajaran.(cu)









