
Solok (Wasiat24.com) – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Solok menerima kunjungan silaturahmi dari FKUB Kota Payakumbuh, Rabu (9/10/2025). Kegiatan yang berlangsung di Aula Hizbul Wathan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Solok itu berlangsung hangat dan penuh kebersamaan.
Pertemuan dua FKUB ini menjadi ruang penting untuk saling berbagi pengalaman dalam menjaga kerukunan umat beragama serta memperkuat sinergi antardaerah dalam menghadapi tantangan moral dan keberagaman yang terus berkembang di tengah masyarakat.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Solok, H. Dr. Zulkifli, S.Ag., MM., CWC, di dampini Kasi Pais H.Chaurunnas S.Ag,Kasi Zawa Azwir S.Ag dan Pengurus FKUB Kabupaten Solok ,dalam sambutannya menegaskan bahwa akar dari ketertiban dan kedamaian masyarakat adalah moral dan nilai-nilai spiritual yang kokoh. Menurutnya, jika nilai keimanan dijalankan dengan benar, maka dekadensi moral maupun tindakan kekerasan tidak akan terjadi.
“Melalui program Kabupaten Solok Mengaji, kita tidak hanya mengajak masyarakat membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami nilai hukum, adat, dan moral. Dengan begitu, anak-anak kita tahu bahwa setiap perbuatan memiliki konsekuensi, baik secara hukum maupun adat,” ujar H. Zulkifli.
Ia juga menekankan pentingnya tanggung jawab manusia dalam tiga dimensi kehidupan — kepada negara, masyarakat, dan Tuhan. “Kita bisa mengatur sesama manusia, tapi tidak bisa mengatur Tuhan. Maka dari itu, jika nilai moral, adat, dan agama dijalankan dengan baik, kehidupan akan berjalan damai dan bermartabat,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua FKUB Kota Payakumbuh, H. Erman Ali, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan oleh FKUB dan jajaran Kemenag Kabupaten Solok. Dalam sambutannya, ia menilai program Kabupaten Solok Mengaji merupakan terobosan cerdas yang layak dicontoh oleh daerah lain.
“Program ini luar biasa. Ia tidak hanya membumikan nilai-nilai Al-Qur’an, tapi juga menanamkan kesadaran hukum dan moral bagi generasi muda. Ini contoh nyata bagaimana agama, adat, dan budaya bisa bersatu dalam satu arah kebaikan,” ujar H. Erman Ali.
Erman juga menegaskan bahwa hingga kini Kota Payakumbuh belum menemukan aliran sempalan, namun pihaknya tetap meningkatkan kewaspadaan agar kerukunan antarumat tetap terjaga.
“Payakumbuh memiliki keberagaman agama — Islam, Kristen, Katolik, dan Hindu — namun alhamdulillah hubungan antarumat berjalan harmonis. Kami belajar banyak dari Kabupaten Solok dalam membangun kesadaran moral dan menjaga kedamaian umat,” tambahnya.
Pertemuan ditutup dengan penyerahan cendera mata dari FKUB Kota Payakumbuh kepada FKUB Kabupaten Solok sebagai simbol persahabatan dan sinergi dalam menjaga kerukunan umat beragama di Sumatera Barat.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kemenag Kota Payakumbuh, H. Hendri Yazid Dt. Guci, juga menyampaikan apresiasinya kepada jajaran Kemenag dan FKUB Kabupaten Solok atas sambutan hangat dan penuh kekeluargaan.
“Kami sangat menghargai kesempatan ini. Pertemuan seperti ini bukan hanya silaturahmi, tapi juga wadah memperkuat kerja sama antarwilayah dalam menjaga kehidupan beragama yang rukun dan damai,” ungkapnya.
Ia turut memuji inovasi Kabupaten Solok Mengaji yang dianggap sebagai langkah nyata dalam membina moral generasi muda. “Program ini sangat inspiratif. Semoga bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam menanamkan nilai-nilai agama, adat, dan hukum sejak dini,” tambah Hendi.
Hendi berharap hubungan baik antara FKUB dan Kemenag dari kedua daerah terus terjalin erat melalui kegiatan sosial dan keagamaan yang mendorong lahirnya kehidupan masyarakat yang harmonis dan saling menghormati perbedaan.(zon)









