Polisi Salah Sasaran, Anak Berjualan Air Mineral Dituduh Melakukan Pungli di Simpang TPI

Dumai (Wasiat24.com) – Salah sasaran, seorang oknum Polsek Dumai Barat yang hendak memantau pelaku praktik pungutan liar (Pungli) di Simpang TPI menampar seorang anak muda yang ternyata sama sekali bukan pelaku pungli.

Kamis pagi (30/04), seorang anak muda inisial F, hendak membantu rekannya yang akan berjualan air mineral AQUA di sekitar simpang TPI. Sebelum ia bersama temannya berjualan mereka berdua duduk di sebuah warung yang tidak jauh dari simpang TPI sambi minum kopi.

Namun secara tiba tiba dua oknum Polsek Dumai Barat mendatangi warung tersebut. Oknum polisi itu menuduh F sebagai salah satu pelaku pungli di simpang TPI. Bukan hanya menuduh, oknum polisi tersebut lansung menjambak rambut anak muda itu dan menamparnya dua kali.

Merasa dirinya tidak bersalah lalu F memberitahukan kepada ayahnya yang saat itu sedang tidak jauh dari lokasi. Mendengar anaknya dituduh pungli dan di perlakukan seperti itu sang ayah pun datang ke lokasi kejadian, namun oknum tersebut sudah tidak ada dilokasi.

Menurut sang ayah, jika memang anaknya bersalah dan melakukan pungli di simpang TPI itu silahkan di tangkap namun harus lengkap bukti bahwa anak nya itu melakukan pungli.

” Jika memang anak saya melakukan perbuatan pungli di Jalan TPI ini silahkan di tangkap. Namun itu juga harus lengkap dengan bukti bahwa anak saya benar melakukan pungli. Dan saya sangat mendukung penuh kegiatan bapak bapak kepolisian kita menjalankan tugas nya untuk memberantas pelaku pungli di sini, namun saya harapkan cara kerja nya bisa profesional dilapangan.” Ungkap orang tua F, Sabtu (2/5/2026).

Dilokasi kejadian tersebut orang tua F sempat bertanya kepada temannya apakah benar anaknya melakukan pungli, sementara dalam beberapa waktu ini F ke laut bersama kakeknya untuk menjaring ikan. Dikarenakan boat/ kapal milik kakek nya F saat ini sedang rusak maka F ke rumah neneknya yang ada di Jalan Wan Amir.

Menurut teman F pada saat berada di lokasi kejadian, bahwa F tidak ada sama sekali melakukan pungli. Malah temannya tersebut mengajak F untuk berjualan air Aqua saat itu. Sebelum jualan mereka duduk dulu di warung untuk minum kopi, namun secara tiba tiba oknum polisi tersebut datang dan langsung menuduh F melakukan pungli dan menamparnya.

” F tidak pungli pak, soalnya saya mengajak F ikut bantu saya jualan Aqua. Sebelum jualan kami duduk ngopi dulu bersama, tapi itu lah dengan tiba tiba saja bapak itu datang dan langsung menampar F dan menuduhnya pungli. ” Sebut teman F saat itu ada di tempat kejadian.

Sementara itu pada malamnya, terdapat suatu kegiatan beberapa orang yang sedang mengatur lalulintas antara di simpang TPI dan sebelum simpang TPI Jalan Wan Amir. Adanya pengaturan lalulintas tersebut berkaitan dengan jalan Wan Amir sekitar 200 meter hingga menuju ke simpang TPI baru siap di diperbaharui yang kerjakan oleh perusahaan.

Lantaran pekerjaan tersebut belum finishing pihak perusahaan meletakan pekerja nya untuk mengatur lalulintas di lokasi tersebut.

Yang anehnya walaupun mereka mengatur lalulintas, ternyata mereka juga diduga kuat mengutip uang dari supir atau mobil yang sedang melintas disana dengan sambil mengatur lalulintas. Hal itu dapat di foto oleh seorang warga dengan kamera hp dan dikirim kepada sejumlah wartawan. Warga itu mengatakan, “inilah pungli yang sebenarnya yang berkedok mengatur lalulintas”.(tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *