
Solok (Wasiat24.com) – Pemerintah Kabupaten Solok terus memperkuat komitmennya dalam mengembangkan komoditas unggulan daerah, khususnya kopi Solok.
Salah satu langkah strategis diwujudkan melalui pertemuan antara Wakil Bupati Solok, H. Candra, S.H.I., dengan akademisi Universitas Andalas (Unand), Dr. Eng. Muhammad Makky, yang berlangsung di ruang kerja Wakil Bupati di Arosuka, Kamis (31/7/25).
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas arah pembangunan sektor kopi Solok dengan fokus pada hilirisasi produk, kolaborasi lintas sektor, dan pelibatan generasi muda.
Wabup Candra menegaskan bahwa kopi bukan hanya hasil pertanian, melainkan juga merupakan identitas dan kebanggaan daerah yang harus dijaga keberlanjutannya.
“Kopi Solok adalah warisan cita rasa, semangat kerja keras petani, dan potensi ekonomi besar. Kita perlu memperkuat rantai nilai dari hulu ke hilir agar generasi mendatang tetap melanjutkannya,” ujar Wabup Candra.
Wabup menyampaikan pentingnya kolaborasi dengan perguruan tinggi, pelaku usaha, dan komunitas petani dalam upaya peningkatan kualitas dan daya saing produk kopi Solok.
Menanggapi hal tersebut, Dr. Eng. Muhammad Makky dari Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas menyampaikan kesiapan pihaknya dalam mendukung penguatan sektor kopi melalui riset terapan, pelatihan petani, dan pengembangan produk turunan.
“Kopi Solok punya kualitas biji yang luar biasa. Tinggal bagaimana kita mengolah dan memasarkannya. Dengan hilirisasi yang tepat pengolahan pascapanen, branding, sertifikasi, dan pemasaran kopi kita bisa bersaing secara global,” jelas Dr. Makky.
Dukungan dari DKUKMPP: Kolaborasi Menuju Ekosistem Bisnis Kopi yang Kuat
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Solok, Ahpi Gusta Tusri, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, juga menegaskan pentingnya sinergi antar sektor.
“Kami siap memfasilitasi dan mendorong tumbuhnya ekosistem bisnis kopi dari hulu ke hilir. Ini adalah momentum untuk memperkuat UMKM berbasis komoditas lokal dan menghubungkannya dengan pasar yang lebih luas, baik nasional maupun ekspor,” ungkap Ahpi Gusta.
Ia juga menyebutkan bahwa ke depan, DKUKMPP akan mengintegrasikan program pendampingan usaha kopi dengan pelatihan wirausaha muda dan promosi produk unggulan daerah.
Wabup Candra turut menyoroti pentingnya pelibatan generasi muda dalam industri kopi, terutama melalui jalur hilirisasi seperti kedai kopi, industri kemasan, dan ekspor produk olahan.
“Anak-anak muda Solok harus bangga terhadap kopi kita. Mereka bisa menjadi pelaku utama dalam bisnis kreatif yang berbasis pada potensi lokal,” kata Wabup.
Menuju Nota Kesepahaman (MoU) Pengembangan Komoditas Strategis
Pemkab Solok dan Universitas Andalas akan menjajaki penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) terkait penguatan komoditas strategis daerah seperti kopi, hortikultura, dan pangan lokal.
Kopi Solok, yang dikenal luas karena cita rasanya yang khas dan ditanam di dataran tinggi yang subur, masih menghadapi berbagai tantangan seperti minimnya regenerasi petani, perubahan iklim, dan akses pasar.
Melalui sinergi seperti ini, Pemerintah Kabupaten Solok menunjukkan komitmen dalam mendorong keberlanjutan pertanian sekaligus membuka peluang besar bagi ekonomi kreatif dan UMKM lokal untuk tumbuh dan bersaing di pasar global. (basa)









