Diterpa Isu Miring SPJ Fiktif, Desi Guswita Tantang Untuk Membuka Semua SPJ di Sekwan Beserta Jajaran 2024 – 2025

Fhoto : Desi Guswita, SE, anggota DPRD Kabupaten Kuantan Singingi.

Kuansing (Wasiat24.com) – Tidak henti hentinya seorang srikandi Anggota DPRD Kabupaten Kuantan Singingi yang bernama Desi Guswita diterpa Isu miring dan negatif. Kali ini ada suatu isu yang muncul dan mengatakan bahwa dirinya telah melakukan pengajuan SPJ ( Surat Pertanggung Jawaban) fiktif didalam perjalanan dinasnya di salah satu pemberitaan Media Online, Jum’at (30/05/2025).

Mendengar khabar tersebut, Desi Guswita segera merespon dengan baik dan tenang agar tidak terjadi kerancuan informasi yang hanya akan membawa dampak negatif terhadap dirinya selaku Anggota DPRD Kuansing.

Desi Guswita merupakan salah seorang Anggota DPRD Kuansing yang sangat terkenal dan tersohor dengan sikapnya yang sangat kritis dalam membela masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi atas segala kebijakan kebijakan yang dinilainya bertentangan dan merugikan terhadap suatu daerah ataupun masyarakat khususnya yang sedang terjadi di Kabupaten Kuantan Singingi.

Menurut Desi Guswita, pemberitaan yang dinilai tendensius mengenai dirinya tersebut dinilainya diduga sarat kepentingan politik yang hendak menjatuhkan nama baik dan reputasi dirinya selaku Anggota DPRD Kabupaten Kuantan Singingi.

Tuduhan yang terkesan menduga duga itu pertama kali dimuat oleh salah satu media online, yang menyebut Desi Guswita diduga mengajukan SPJ senilai Rp5,6 juta untuk dua malam menginap di hotel bintang tiga di Kota Pekanbaru yang hanya berdasarkan informasi traveloka.

Seharusnya suatu pemberitaan harus jelas darimana narasumber dan datanya. Jangan hanya sekedar membuat berita yang tidak jelas darimana sumbernya dan pada akhirnya ini bisa menjadi berita hoax.

Saat dikonfirmasi media ini akan pemberitaan negatif dirinya disalah satu media online tersebut, Desi Guswita memberikan tanggapannya dan mengatakan ;

” Saya tidak mau menyalahkan siapapun terkait benar atau salahnya, hal itu dikarenakan segala administrasi perjalanan dinas itu yang berhak mengaudit adalah BPK. Sementara di tahun 2025 itu belum di audit, jadi darimana bisa di nyatakan fiktif dan dari mana data nya mereka dapatkan. Sementara data SPJ bukan buat konsumsi publik. Siapakah yang dengan sengaja ingin menjatuhkan reputasi dan nama baik saya sebab itu yang menjadi pertanyaannya, ” kata Desi Guswita.

Sedangkan yang ditahun 2024 sudah di sodor ke BPK dan itu benar nyatanya pesanan orang yang mempunyai kepentingan, terbukti dari kejanggalan kejanggalan yang terjadi.

Masih belum puas juga ternyata, SPJ yang belum di audit pun di persoalkan bahkan belum di bayarkan sepenuhnya.

” Bila mau membahas terkait masalah perjalanan dinas Anggota DPRD Kuansing yang berjumlah sekitar 35 orang dan Sekwan beserta jajaran, buka semua SPJ nya apakah fiktif atau tidak dan dimana mereka menginap nya. Jangan hanya satu orang Dewan saja yang dijadikan patokan pembahasan. Silahkan segera buka semua SPJ yang ada di Sekwan, termasuk SPJ di Sekretariat Dewan. Jangan sekiranya terlalu tendensius bila dalam hal memberitakan diri saya karena saya dikenal kritis,” ujarnya tegas.

Lanjut kata srikandi Kabupaten Kuantan Singingi tersebut, dalam hal ini menurut dia ada tampak suatu bentuk kejanggalan dan lebih mengherankan, mengapa mereka bisa dapat datanya lebih awal.?

Dan kenapa pula mereka bisa langsung mengatakan dan diduga memvonis serta hanya menduga duga bahwa hal itu merupakan suatu SPJ Fiktif.

” Saya juga menyarankan bagi semua Media dan masyarakat, bila perlu mari kita beramai ramai membuka saja semua SPJ Perjalanan Dinas Anggota DPRD yang ada di Sekwan Kabupaten Kuantan Singingi itu. Sebab disana semuanya akan sangat jelas terlihat terang benderang nantinya itu, seperti halnya membuka kulit langsung tampak isi. ” Tegasnya.

Desi Guswita Anggota DPRD Kabupaten Kuantan Singingi yang terkenal kritis dalam membela hak hak masyarakat Kuansing dalam suatu kebijakan pemerintah yang dapat merugikan masyarakat ini juga mengutarakan prinsip hidupnya kepada media.

“ Ingatlah, Kebohongan adalah racun yang merusak hati nurani. Hidup dari hati nurani yang bersih adalah kunci kebahagian sejati, bukan mengejar kepentingan pribadi. Jika hati manusia sudah menjadi tertutup, kebenaran akan menjadi korban dan kepentingan akan menjadi raja.” Ungkap Desi.** (netri).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *