
Kuansing (Wasiat24.com) – Dugaan berbagai Kasus korupsi skala besar besaran yang sedang terjadi di Kabupaten Kuantan Singngi kini sudah mulai terangkat kepermukaan serta telah mulai menjadi sorotan tajam banyak Media maupun aktivis LSM yang tengah gencar melaporkan serta terus memperjuangkan agar kasus dugaan korupsi besar besaran yang sedang terjadi tersebut dapat terkawal dengan baik oleh seluruh lapisan masyarakat Kuansing, (05/06/2025).
Ketika banyak bermunculannya pemberitaan mengenai Anggota DPRD Kuansing Desi Guswita yang dikenal sangat bersuara lantang dalam membuka serta menentang setiap ketidak adilan atas setiap kebijakan yang dinilai dapat merugikan masyarakat Kuansing.
Kini malah berimbas kepada suami anggota DPRD tersebut yang bernama Sapto Widodo yang sedang menjabat sebagai Kepala Desa Sungai Bawang yang sedang di upayakan kriminalisasi oleh pihak pihak tertentu yang diduga menjadi lawan politik Desi Guswita Anggota DPRD Kuansing dari Fraksi PKB.
Didalam pemberitaan terbit kemarin, Sapto Widodo suami dari anggota DPRD Kuansing Desi Guswita itu dituding sepihak dan hanya dengan menduga duga karena katanya telah diduga menyalahgunakan dana desa di beberapa kegiatan, PADes dan juga BUMDes dan telah dilaporkan oleh warganya ke inspektorat Kuansing.
Saat dikonfirmasi oleh media ini akan pemberitaan tersebut, Kepala Desa Sungai Bawang (Sapto Widodo) yang dikenal baik oleh masyarakat setempat dengan keramah tamahannya, dengan nada santai dan halusnya menyampaikan kepada awak media ini dan mengatakan :
“Bila memang benar ada masyarakat yang sudah mengambil langkah dengan berbagai pola dugaan maupun tuduhan serta dengan cara melaporkan berbagai kinerja saya sebagai Kepala Desa Sungai Bawang, Monggoo. Saya persilahkan. Dan saya akan selalu siap, dan selalu membuka pintu yang lebar bila Inspektorat hendak memeriksa saya.” ujarnya.
Kemudian sambil tersenyum, Sapto Widodo menyampaikan : ” Kalau saya dan istri di duga korupsi seperti di pemberitaan pemberitaan itu, sudah pasti harta saya sudah tak terhitung lagi. Ini malah yang ada sebaliknya. Toko kami yang dulunya ada 5 (Lima) yang tersebar di beberapa kota. Akan tetapi karena ingin fokus terhadap masyarakat maka kami mengihklaskan toko tersebut di tutup,.” pungkasnya sambil tersenyum.
Kemudian Sapto Widodo juga menyampaikan sedikit kekesalannya dengan mengatakan :
” Saya hanya agak ada sedikit kesal, karena salah satu media online yang telah menerbitkan pemberitaan dengan mencantumkan nama lengkap saya sebagai Kepala Desa Sungai Bawang. Tidak ada upaya sedikitpun untuk mengkonfirmasi saya akan hal tersebut hingga terbit beritanya.” ungkapnya.
Seiring dengan terbitnya pemberitaan atas dugaan Kepala Desa Sungai Bawang tersebut, banyak anggota umum di Whats App Group (WAG) masyarakat Kuansing seperti di Group WhatsApp info A1 yang berisikan kurang lebih 800 orang, yang mana didalam group tersebut banyak berisikan Aktivis, APH, Praktisi Hukum, Wartawan dan Para Pejabat publik dan masyarakat umum yang berkomentar.
Dikarenakan pemberitaan yang di share di group umum WAG tersebut, hingga menyebabkan yang pada awalnya banyak bertentangan, kini malah banyak balik berputar arah dalam memberi dukungan kepada keluarga Desi Guswita Anggota DPRD Kuansing dan suaminya Sapto Widodo yang kini tengah menjabat sebagai kepala Desa Sungai Bawang.
Sebabnya di dalam WAG itu telah banyak yang beropini yang sangat meyakini bahwa itu hanyalah sebagai suatu peralihan isu atas dugaan kasus kasus korupsi besar yang sedang terjadi di Kabupaten Kuantan Singingi.
Malahan ada seorang anggota WAG ada yang berkomentar dengan berkata berani seperti ini:
” Jangan karena ada anggota DPRD kita yang berani bersuara lantang, terus ada yang tidak senang dengan beliau. Seharusnya kita support dan kita beri aplaus kepada DPRD seperti buk Desi. DPRD itu memang digaji untuk bersuara Lantang, bukan hanya duduk, Dengar, Diam lalu pulang.” pungkas salah satu anggota WAG.(netri)









