
Solok (Wasiat24.com) – Pemerintah Kabupaten Solok terus memperkuat komitmennya dalam menghadapi era digitalisasi. Melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora), Pemkab Solok meluncurkan program literasi digital sebagai langkah strategis mendukung pendidikan modern dan mempersiapkan generasi muda yang siap bersaing di panggung nasional maupun global menuju Indonesia Emas 2045.
Kepala Disdikpora Kabupaten Solok, Elafki, S.Pd, MM, menegaskan bahwa program ini merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Solok, H. Jon Firman Pandu, dan Wakil Bupati, H. Candra, yang berulang kali menekankan pentingnya transformasi pendidikan berbasis teknologi.
“Literasi digital bukan sekadar bisa menggunakan gadget, tetapi bagaimana memanfaatkan teknologi untuk hal-hal positif, produktif, dan memberi nilai tambah. Guru, siswa, maupun pemuda perlu dibekali keterampilan ini,” ujar Elafki saat ditemui, Jumat (3/10).
Program literasi digital ini diarahkan untuk meningkatkan kreativitas guru dalam proses belajar-mengajar. Dengan dukungan teknologi, pembelajaran akan lebih interaktif, membuat siswa aktif berpikir kritis, serta mampu melahirkan ide-ide inovatif.
Tak hanya menyasar dunia pendidikan, literasi digital juga diperuntukkan bagi kalangan pemuda. Melalui program ini, generasi muda diharapkan lebih bijak dalam memanfaatkan media sosial, serta menjadikan teknologi sebagai sarana pengembangan diri, bukan sekadar hiburan.
Dalam waktu dekat, Disdikpora Kabupaten Solok akan menggelar pelatihan literasi digital bagi guru PAUD dan PKBM, serta pembekalan kepemudaan di tiga titik berbeda di wilayah Kabupaten Solok. Kegiatan ini diharapkan menjadi pintu masuk untuk membangun ekosistem pendidikan digital yang kuat dari akar rumput.
Elafki menjelaskan, program literasi digital ini juga merujuk pada regulasi nasional, seperti Permendikbud Nomor 99 Tahun 2013 tentang Tata Kelola TIK, serta PP Nomor 17 Tahun 2025 mengenai Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak.
Selain itu, data literasi digital yang dihimpun di daerah akan diintegrasikan dengan Indeks Literasi Digital Indonesia yang dikelola Kementerian Komunikasi dan Digital. Langkah ini penting agar pemerintah daerah bisa memahami potensi sekaligus tantangan digital yang dihadapi di tingkat lokal.
“Ini baru langkah awal. Target kami adalah menjangkau seluruh sekolah, pemuda, bahkan cabang olahraga di bawah naungan Disdikpora Kabupaten Solok. Semua harus bergerak bersama menuju era digital,” jelas Elafki.
Dengan adanya program literasi digital ini, Pemkab Solok berharap dapat mencetak generasi muda yang unggul, berdaya saing, kreatif, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi. Visi besar ini selaras dengan cita-cita mewujudkan Kabupaten Solok sebagai daerah yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045.(zon)









