
Solok (Wasiat24.com) – Kegiatan rutin ke-ipmawatian santriwati Pondok Pesantren Muhammadiyah Saning Bakar kembali digelar dengan semangat tinggi pada Jum’at, 26 September 2025. Kali ini, kegiatan mengangkat tema “Wanita Hebat”, yang disampaikan langsung oleh Ustadzah Desra Sari, menghadirkan motivasi dan inspirasi yang mendalam bagi para santriwati.
Sejak pagi, suasana aula pondok terasa hangat. Para santriwati hadir tertib, mengenakan seragam putih biru khas pondok, dengan wajah yang memancarkan rasa ingin tahu tinggi. Beberapa dari mereka membawa catatan kecil dan pena untuk mencatat nasihat berharga dari Ustadzah Desra.
Dalam sambutannya, Ustadzah Desra menekankan bahwa menjadi wanita hebat bukan hanya soal prestasi akademik atau kemampuan fisik, tetapi yang lebih penting adalah akhlak mulia, keilmuan, dan kemampuan memberi manfaat bagi orang lain. “Seorang wanita hebat mampu menjadi teladan, menebar kebaikan, dan berkontribusi bagi agama, bangsa, dan masyarakat. Itulah hakikat seorang muslimah tangguh,” tegas Ustadzah Desra dengan penuh keyakinan.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Sekolah Andi Asmar, S.Pd.I, yang menyampaikan harapannya agar para santriwati bisa menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. “Kami berharap setiap santriwati bisa menjadi generasi muslimah yang cerdas, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi agama serta bangsa,” ujar Andi Asmar.
Para santriwati tampak serius mengikuti setiap materi, namun tetap interaktif. Beberapa mengajukan pertanyaan, sementara yang lain berbagi pengalaman tentang kegiatan positif yang mereka lakukan di pesantren maupun di lingkungan rumah. “Materi ini sangat menginspirasi saya. Saya ingin lebih giat belajar, menjaga akhlak, dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain,” ujar Aisyah, santriwati kelas XII, sambil tersenyum.
Kegiatan ke-ipmawatian ini juga menampilkan sesi diskusi kelompok kecil dan permainan edukatif, yang membuat suasana lebih hidup dan interaktif. Para santriwati tampak menikmati setiap sesi, terlihat dari raut wajah yang serius namun ceria saat berinteraksi dengan teman-temannya maupun dengan narasumber.
Beberapa santriwati berbagi kesan usai kegiatan. Nurul misalnya, mengaku sangat termotivasi untuk memulai kegiatan positif baru di pesantren. “Kegiatan seperti ini membuat saya sadar bahwa menjadi wanita hebat itu bukan hanya tentang belajar, tapi juga tentang bagaimana kita bisa memberi inspirasi dan manfaat bagi orang lain,” ujarnya.
Kegiatan ke-ipmawatian ini menjadi bukti nyata komitmen Pondok Pesantren Muhammadiyah Saning Bakar dalam membentuk generasi muslimah yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman modern. Dengan semangat yang terus terjaga, para santriwati diharapkan mampu menerapkan ilmu dan teladan yang diperoleh, menjadi sosok wanita hebat yang memberi manfaat di setiap lini kehidupan.(zon)









