
Kabupaten Solok (Wasiat24.com) – Dalam upaya memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme, sejumlah Dinas dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Solok semakin gencar menggandeng media massa dan platform digital untuk mempublikasikan program serta kinerja mereka. Langkah strategis ini menjadi bagian penting dalam menekan praktik Asal Bapak Senang (ABS), yang selama ini masih menjadi tantangan dalam pelaksanaan tugas pemerintahan di tingkat OPD.
Pelaksanaan tugas Dinas dan OPD seharusnya selalu mengacu pada Rencana Strategis (Renstra), Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), dan Rencana Kerja Anggaran (RKA). Dengan perencanaan yang matang, setiap kegiatan menjadi terukur, penggunaan anggaran lebih efisien, dan capaian kinerja dapat dievaluasi secara objektif.
Sayangnya, dalam praktiknya, masih ditemukan kegiatan yang dijalankan berdasarkan kehendak individu atau tekanan tertentu, sehingga muncul risiko ketidakefisienan, target program tidak tercapai, serta menurunnya kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.
Peran Kominfo sangat strategis dalam memastikan setiap program Dinas dan OPD berjalan sesuai perencanaan. Kominfo berfungsi sebagai pengelola informasi, fasilitator digitalisasi, pengawas komunikasi publik, dan penguat koordinasi antar OPD. Dengan sistem digital yang terintegrasi, setiap program dan capaian kinerja OPD dapat diunggah atau di-upload secara rutin melalui portal resmi pemerintah dan aplikasi layanan publik, sehingga masyarakat dapat memantau kinerja pemerintah secara transparan.
Dengan kemampuan upload kinerja dan program OPD, Kominfo memastikan data yang disampaikan selalu terkini, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Sistem ini memudahkan publik untuk mengakses informasi terkait capaian program, penggunaan anggaran, serta status pelaksanaan kegiatan, sehingga budaya ABS dapat ditekan.
Selain itu, sistem upload juga mempermudah koordinasi antar OPD, karena setiap unit dapat melihat dan menyelaraskan program yang sedang berjalan, sehingga tumpang tindih atau kegiatan yang bersifat pribadi dapat diminimalkan.
Salah satu strategi pendukung lainnya adalah kerja sama dengan media massa dan platform digital. Publikasi melalui media memiliki manfaat penting, antara lain:
Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas: Informasi yang di-upload dan dipublikasikan media memungkinkan masyarakat menilai program dan kinerja OPD secara jelas.
Mendorong partisipasi publik: Dengan informasi yang terbuka, masyarakat dapat memberikan masukan dan kritik konstruktif, sehingga program pemerintah lebih tepat sasaran.
Memperkuat citra pemerintah: Publikasi yang terstruktur menampilkan profesionalisme OPD, menunjukkan bahwa setiap anggaran digunakan untuk kepentingan publik.
Mendukung evaluasi kinerja: Data dan publikasi menjadi dokumentasi yang memudahkan penilaian efektivitas program, baik internal OPD maupun bagi Kominfo sebagai pengawas informasi.
media bukan sekadar saluran informasi, tetapi juga berperan sebagai partner strategis bagi setiap Dinas dan OPD.
Media membantu menyebarluaskan capaian program, memantau akuntabilitas, dan memastikan masyarakat dapat menerima informasi secara luas dan tepat. Dengan kolaborasi ini, pelaksanaan program pemerintah menjadi lebih transparan, profesional, dan berbasis kebutuhan masyarakat.
Kesimpulannya, kemampuan Kominfo untuk meng-upload program dan kinerja OPD, ditambah kerja sama dengan media sebagai partner publikasi, menjadi langkah strategis untuk mencegah budaya Asal Bapak Senang. Pendekatan ini menjamin setiap kegiatan berjalan sesuai perencanaan, penggunaan anggaran efisien, kualitas pelayanan publik meningkat, dan masyarakat dapat merasakan manfaat nyata dari setiap program yang dijalankan.(zon)









