Kota Solok (Wasiat24.com) – Pasca bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Solok, perhatian tidak hanya tertuju pada pemulihan infrastruktur, tetapi juga pada pemulihan kondisi psikologis anak-anak sebagai kelompok paling rentan terdampak.
Melalui pendekatan trauma healing pascabencana, siswa diharapkan dapat kembali merasa aman, nyaman, dan bersemangat dalam mengikuti proses pembelajaran.
Sebagai wujud kepedulian tersebut, Pemerintah Kota Solok melalui kolaborasi insan pendidik menggelar kegiatan Trauma Healing pasca banjir bagi siswa terdampak bencana alam.
Kegiatan ini dilaksanakan di SMP Negeri 4 Kota Solok dengan menyasar 140 orang siswa terdampak banjir, sekaligus disertai penyaluran bantuan berupa paket school kit.
Kegiatan trauma healing ini bertujuan untuk membantu pemulihan kondisi psikologis siswa pascabencana, sekaligus menumbuhkan kembali semangat belajar anak-anak yang sempat terganggu akibat musibah banjir.
Koordinator Tim Trauma Healing Kota Solok, Zulhendri, yang juga merupakan Koordinator BGTK Sumatera Barat, menyampaikan bahwa pendampingan psikososial bagi anak-anak merupakan langkah penting dalam fase pemulihan pascabencana.
“Anak-anak adalah kelompok paling rentan terdampak secara psikologis. Melalui trauma healing ini, kami berupaya menghadirkan ruang aman, kegiatan edukatif, serta dukungan emosional agar mereka kembali ceria dan termotivasi untuk belajar,” ujarnya kepada media ini, Kamis (18/12/25).
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 4 Kota Solok, Hurriyati, S.Pd, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan trauma healing di sekolah yang ia pimpin.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Tim Trauma Healing Kota Solok yang telah memberikan pendampingan psikologis sekaligus bantuan school kit kepada siswa kami. Kegiatan ini sangat membantu anak-anak untuk bangkit kembali, lebih tenang, dan siap mengikuti pembelajaran pascabencana banjir,” ungkapnya.
Selain pendampingan psikologis, para siswa juga menerima paket school kit sebagai bentuk dukungan agar kebutuhan perlengkapan sekolah dapat terpenuhi, sehingga proses pembelajaran dapat kembali berjalan normal.
Tim trauma healing yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri dari para guru lintas jenjang pendidikan di Kota Solok, yakni:
• Zulhendri (Koordinator BGTK Sumbar)
• Dede Erlina (Guru SMPN 3 Kota Solok)
• Trigina Nova Yolanda (Guru SMAN 2 Solok)
• Dessy Fhatri (Guru SD Negeri 11 Tanah Garam)
• Irfan Ghafur (Guru SD Negeri 20 Sinapa Piliang)
• Ifdwi Jelitra (Guru SMAN 2 Solok)
Melalui kegiatan trauma healing ini, diharapkan proses pemulihan pascabencana di sektor pendidikan di Kota Solok dapat berjalan lebih optimal, serta memastikan anak-anak kembali belajar dalam suasana yang aman, nyaman, dan menyenangkan.(zon)









