
Dumai (Wasiat24.com) – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Masyarakat Peduli Riau Bersih (Sikat Perisih), Bastian Jambak (Syekh Muda Sabaruddin ) menyikapi tentang berbagai persoalan ketertiban dan keamanan negara RI terhadap aspek disegala bidang mulai di tingkat pusat, provinsi maupun daerah.
Selain selaku Ketua DPP Sikat Perisih, Ia juga murid pengajian di Thariqat Naqsyabandiyah (tasawuf, fiqih dan tauhid ) menyampaikan dan memberi pandangan bahwa semua permasalahan itu bisa teratasi dengan baik.
“Innama’al Uri Yusro, fainnama’al usri yusro. Intinya mari kita perbanyak introspeksi diri, kaji diri yang disertai istighfar serta kembali masuk kepada nya “Allah yang maha segala gala nya, (Irji’i ila ribbika), ” ujarnya, Minggu (1/2/2026).
Beliau menambahkan, bahwa hati tetap terjaga, senantiasa bersih yang suci, termasuk pikiran. Tidak hanya pintar dalam menilai seseorang, apa lagi saling salah menyalahkan. Singkirkan sifat buruk yang merasa hebat, benar dan lainnya.
Laksanakan perbuatan saling tegur menegur, nasehat menasehati, ingat mengingatkan dengan kesabaran serta kasih sayang.
Jangan untuk saling jatuh menjatuhkan yang terbawa nafsu dan ke egoisan, apalagi demi segala macam cara agar tercapainya kebencian pada seseorang / kaum.

Foto : Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Masyarakat Peduli Riau Bersih (Sikat Perisih), Bastian Jambak (Syekh Muda Sabaruddin ) dan Pengurus, Ridwan Safri /Ocu.
” Saya mengajak seluruh anggota Sikat Perisih dan kalangan masyarakat / ummat untuk tidak mudah terprovokasi dari pihak atau oknum yang selalu menampilkan nafsu dan egois nya (oknum tidak bertanggung jawab ) untuk mengobok obok persatuan kesatuan ummat / masyarakat sehingga membuat kemajuan bangsa juga masyarakat, termasuk pembangunan di seluruh daerah / wilayah Nusantara ini menjadi terhalang (terhambat). Sehingga juga tidak sampai nya tujuan kemerdekaan sesungguhnya yang rakyat inginkan, ” katanya.
Selanjutnya Bastian mengajak seluruh tokoh tokoh ulama, cendekiawan, cerdik pandai dan masyarakat Indonesia untuk menjadi seorang penyelesai masalah yang berpegang teguh pada tali Allah (kebenaran agama Allah) dan jangan lah kita mudah berpecah belah.
” Harapan saya kepada seluruh kalangan masyarakat, mari serahkan aspirasi dan tugas kita kepada yang telah kita dukung dalam pemilihan, baik itu pilpres, legislatif dan pilkada. Karena mereka mereka atas pilihan kita. Namun kita masyarakat harus juga selalu monitoring, karna rakyat adalah kedaulatan tertinggi sesuai yang tercantum dalam isi UUD 1945. Dan jangan kita menjadi zalim atau berkhianat karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang orang yang berkhianat (innallaha
La yuhibbul kha-‘iniin), ” jelas Bastian Jambak.
Ia menyebutkan, agar memberikan ruang kepada Presiden – Wakil Presiden sebagai kepala negara yang sah terpilih dan yang telah bersumpah termasuk pejabat legislatif, aparat hukum, kepala daerah agar ini terlaksana dengan yang masyarakat inginkan, yakni menuju kemajuan dan kesuksesan serta kenyamanan seluruh nya dengan menguatkan pelaksanaan sila ke 4 Pancasila dan butir butir nya yang terkandung di dalam sila ke 4 tersebut.
” Jangan ada keraguan, karna orang yang menzalimi sesama kaum nya tunggu saja mudharat kifarat serta azab yang pedih dari Allah yaa Hayyun (maha hidup), yaa qoyyum (mengurusi), yaa Jabbar (maha perkasa ), yaa ‘alim (maha mengetahui), ” tegas Ketum Sikat Perisih, Bastian Jambak.(yan)









