
Kunjungan tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi ajang memperkuat kolaborasi antara Pemko Solok dan Kejari dalam mendorong budaya integritas, transparansi, serta pencegahan korupsi di lingkungan pemerintahan maupun masyarakat.
Dalam pertemuan itu, Kajari Kota Solok Medie memaparkan serangkaian agenda Kejaksaan dalam rangka HAKORDIA 2025. Salah satu program yang menjadi sorotan adalah Lomba Pidato Kampanye Anti Korupsi tingkat SMA/SMK se-Kota dan Kabupaten Solok.
Program ini mendapat perhatian khusus karena menyasar pelajar sebagai generasi penerus bangsa. Melalui lomba tersebut, Kejari ingin menanamkan pemahaman bahwa integritas dan antikorupsi harus dibangun sejak dini.
“Kami ingin para pelajar berani menyuarakan pentingnya menolak segala bentuk praktik korupsi. Pendidikan karakter ini adalah pondasi masa depan,” ujar Kajari Medie.
Pemko Solok Tegaskan Komitmen Antikorupsi
Sementara itu, Wakil Wali Kota Solok H. Suryadi Nurdal menyampaikan apresiasi atas langkah dan inisiatif Kejaksaan. Menegaskan bahwa Pemko Solok terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
“Pemerintah Kota Solok selalu berupaya menjaga tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Edukasi kepada generasi muda seperti yang dilakukan Kejaksaan sangat penting agar budaya anti korupsi tumbuh sejak bangku sekolah,” tutur Suryadi.
Pertemuan berlangsung hangat
dengan diskusi ringan mengenai rencana sinergi ke depan. Pada akhir kegiatan, Kejari Kota Solok menyerahkan cendera mata sebagai bentuk penghormatan dan simbol kerja sama yang terus terjalin antara kedua institusi.(zon)









