
TANJUNGPINANG (Wasiat24.com) – Musyawarah Daerah (Musda) VI DPD II Partai Golkar Kota Tanjungpinang menetapkan Novaliandri Fathir sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kota Tanjungpinang periode 2026–2030. Usai terpilih, ia menegaskan konsolidasi organisasi hingga tingkat kecamatan dan kelurahan menjadi langkah pertama yang akan dijalankan bersama kepengurusan baru.
Musda VI Partai Golkar Kota Tanjungpinang digelar di Altrue Hotel, Jalan Gudang Minyak, Kecamatan Tanjungpinang Barat, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Minggu (5/7/2026).
Acara ini turut dihadiri oleh jajaran pengurus, kader, serta sejumlah tokoh daerah, termasuk Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah dan Bupati Bintan Roby Kurniawan.
Fathir mengatakan konsolidasi internal menjadi prioritas utama setelah dirinya dipercaya memimpin Partai Golkar Kota Tanjungpinang. Selain menyelesaikan musyawarah di tingkat kecamatan dan kelurahan sesuai arahan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, kepengurusan baru juga akan membuka ruang bagi kader-kader baru untuk bergabung.
“Pertama, kami akan melakukan konsolidasi dari tingkat kecamatan sampai ke tingkat kelurahan. Dalam waktu dekat kami diperintahkan DPP agar seluruh musyawarah kecamatan dan kelurahan selesai tahun ini. Kami juga membuka kesempatan bagi siapa pun yang ingin bergabung dalam kepengurusan Partai Golkar. Tadi sudah diputuskan kami diberi waktu 30 hari untuk menyusun kepengurusan baru,” kata Fathir.
Sebagai salah satu partai pengusung pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah dan Raja Ariza, Fathir menegaskan Golkar akan terus mengawal jalannya pemerintahan melalui fungsi politik dan pengawasan, termasuk memberikan masukan terhadap arah pembangunan daerah.
Menurut dia, salah satu hal yang perlu menjadi perhatian adalah penyesuaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) agar sesuai dengan kondisi keuangan daerah saat ini.
Fathir menjelaskan, kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat membuat kemampuan fiskal daerah mengalami perubahan sehingga sejumlah target pembangunan perlu disesuaikan dengan kondisi riil.
“Kami sudah mengusulkan kepada Pak Wali Kota agar RPJMD ke depan disesuaikan dengan kemampuan riil keuangan daerah. Tahun ini anggaran kita dipotong sekitar Rp150 miliar dan ke depan kondisi fiskal daerah juga belum pasti. Karena itu RPJMD perlu direvisi agar program pembangunan benar-benar realistis dan dapat dilaksanakan,” ujarnya.
Ia menegaskan Partai Golkar akan tetap menjalankan peran sebagai mitra strategis pemerintah daerah dengan menyampaikan berbagai masukan melalui Fraksi Partai Golkar di DPRD Kota Tanjungpinang.
“Kami sebagai partai pengusung akan terus memberikan masukan kepada Pak Wali Kota. Kalau memang ada hal-hal yang perlu disampaikan, akan kami sampaikan melalui Fraksi Partai Golkar demi kepentingan masyarakat,” katanya.
Di internal partai, Fathir mengaku telah menerima arahan untuk mulai mempersiapkan Partai Golkar menghadapi Pemilu 2029. Ia menargetkan partai berlambang pohon beringin itu mampu meningkatkan perolehan kursi di DPRD Kota Tanjungpinang sekaligus mengusung kader sendiri pada Pemilihan Kepala Daerah mendatang.
“Arahan kami jelas, memenangkan Partai Golkar pada 2029. Target minimal enam kursi DPRD dan pada Pilkada nanti kami ingin mengusung kader Partai Golkar sendiri,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua DPD II Partai Golkar Kota Tanjungpinang periode sebelumnya, Untung Budiawan, meyakini kepemimpinan Novaliandri Fathir mampu melanjutkan berbagai program yang telah dibangun selama ini. Menurutnya, pengalaman Fathir sebagai sekretaris partai menjadi modal penting untuk membawa Partai Golkar semakin berkembang.
“Kami dulu berpasangan, saya sebagai ketua dan beliau sekretaris. Beliau sudah memahami apa yang menjadi evaluasi selama ini. Harapan kami pada 2029 Partai Golkar dapat menambah kursi, baik di legislatif maupun Pilkada, serta mampu mengusung kader sendiri,” ujar Untung.
Untung menambahkan dirinya tetap akan berkiprah di Partai Golkar sebagai anggota Dewan Pertimbangan. Di sisi lain, ia mengaku akan lebih fokus mengembangkan kegiatan sosial melalui yayasan yang tengah dipersiapkannya.
“Saya masih berada di Dewan Pertimbangan Partai Golkar Kota Tanjungpinang, jadi tetap berkontribusi untuk partai. Ke depan saya juga akan lebih berkonsentrasi mengembangkan yayasan kepedulian sosial,” katanya.
Saat disinggung mengenai isu dirinya akan maju dalam kontestasi politik di Kota Batam, Untung memilih tidak memberikan tanggapan lebih jauh. “Oh, itu belum. Masih jauh,” ujarnya singkat.(rud)









