Ramadhani Kirana Putra Hadir Langsung di Tengah Masyarakat, Sosok Wali Kota Amanah dan Enerjik

Kota Solok (Wasiat24.com) – Semangat kebersamaan kembali terlihat di Kota Solok. Di tengah padatnya agenda pemerintahan, Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra memilih hadir langsung di tengah masyarakat mengikuti gotong royong bersama warga Desa Langkok, Kelurahan Tanah Garam, Kecamatan Lubuk Sikarah, di Masjid Al Azhar.

Sejak pagi, suasana penuh kekeluargaan tampak menyelimuti area masjid. Warga membawa peralatan kerja masing-masing, membersihkan lingkungan, memperbaiki fasilitas, hingga menata kawasan sekitar rumah ibadah yang selama ini menjadi pusat aktivitas masyarakat.

Di tengah masyarakat, Ramadhani Kirana Putra terlihat membaur tanpa sekat. Sesekali ia membantu mengangkat material, berdiskusi dengan warga, hingga menyapa masyarakat yang hadir. Kehadiran orang nomor satu di Kota Solok itu menjadi energi tersendiri bagi warga yang mengikuti gotong royong.

Kegiatan tersebut turut dihadiri camat, lurah, Ketua BAZNAS Kota Solok, Babinsa, serta perangkat kelurahan yang bersama-sama memperkuat semangat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.

Masjid Al Azhar sendiri dibangun dan dirawat melalui semangat swadaya masyarakat. Selain dukungan warga, kegiatan itu juga mendapat bantuan dari dana pribadi Wali Kota Solok serta dukungan dari BAZNAS Kota Solok. Kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan tidak selalu bertumpu pada anggaran besar, tetapi lahir dari kepedulian dan kebersamaan.

Di sela kegiatan gotong royong, Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra menyampaikan bahwa budaya goro harus tetap dijaga sebagai identitas masyarakat Minangkabau sekaligus kekuatan sosial masyarakat Kota Solok.

“Gotong royong bukan hanya soal membersihkan lingkungan, tetapi bagaimana kebersamaan itu terus hidup di tengah masyarakat. Pemerintah hadir untuk mendukung semangat masyarakat yang ingin membangun daerahnya bersama-sama,” ujarnya, Minggu (14/05/26)

Ia juga menegaskan bahwa pembangunan Kota Solok tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, ketika pemimpin dan masyarakat berjalan bersama, maka berbagai persoalan akan lebih mudah diselesaikan, termasuk pembangunan sarana ibadah dan lingkungan masyarakat.

Sementara itu, salah seorang warga Desa Langkok mengaku bangga karena Wali Kota Solok tidak hanya hadir secara seremonial, tetapi ikut bekerja bersama masyarakat. “Kami merasa dihargai. Pak Wali bukan hanya datang melihat, tapi ikut bekerja bersama warga. Ini yang membuat masyarakat semakin semangat,” ungkapnya.

Kegiatan gotong royong tersebut menjadi gambaran bahwa kedekatan pemimpin dengan masyarakat masih menjadi kekuatan penting dalam membangun kepercayaan publik. Di tengah tantangan pembangunan daerah, kehadiran pemimpin yang aktif turun ke lapangan menjadi pesan bahwa pemerintah tidak berjarak dengan rakyatnya.

Dengan semangat kebersamaan itu, Masjid Al Azhar bukan hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga simbol persatuan dan kepedulian sosial masyarakat Kota Solok.(zon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *